You are here

I Gusti Putu Winardi Bangga menjadi bagian keluarga besar PT Pupuk Kaltim

Bangga menjadi bagian keluarga besar PT Pupuk Kaltim yang sudah menjadi Perusahaan kelas dunia I Gusti Putu Winardi adalah sosok yang sudah tidak asing lagi bagi keluarga besar PT Pupuk Kaltim khususnya di Departemen Pemeliharaan. Pengabdiannya yang sudah hampir 19 tahun di PT Pupuk Kaltim menorehkan banyak kenangan suka dan duka bagi keluarga dan juga sahabat serta kerabatnya. Untuk itu penulis mencoba mengulas ceritanya dalam sebuah tulisan yang sederhana mungkin bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi teman-teman khususnya di lingkungan PT Pupuk Kaltim.

Dengan menempuh perjalanan kurang lebih satu jam akhirnya kami sampai juga dikediamannya di jl. Gunung Kapur – Denpasar Bali. Sungguh merupakan kehormatan bagi kami disambut oleh keluarga I Gusti Putu Winardi dalam balutan busana khas tradisional Bali.  Tiba dirumah beliau kami dipersilahkan duduk di Balesari, semacam joglo tempat berkumpulnya keluarga, Sambutan yang hangat dan keleuargaan sangat terasa, dan tak lama kemudian pembicaraan seolah-olah mengalir tak terbendung, berbagai hal dari masa kecilnya hingga sekolah dan perantauan beliau ke Gresik dan disitulah beliau juga telah dipertemukan gadis cantik asal Yogyakarta yang saat itu sama-sama menjadi karyawan dan karyawati PT Petrokimia, yang tidak lain sekarang telah menjadi istrinya serta sampai dengan perjalanan karirnya di PT Pupuk Kaltim hingga kesibukan menjalani masa pensiunnya di tanah leluhurnya mewarnai ceritanya.

Dan sejumlah kegiatan sudah dipersiapkan beliau untuk kedatangan kami rupanya.Diantaranya kami diajak melihat sebuah desa Belayu Tabanan Bali yang  merupakan sebuah desa yang sangat asri, mengalir sebuah sungai kecil dengan gemericik air yang menyejukkan hati dan disitulah I Gusti Putu Winardi dibesarkan, hingga kami diajak kerumah adat keluarga beliau di Puri Belayu serta  mengunjungi pemakaman pahlawan-pahlawan Bali dalam melawan penjajah. Diantara makam-makam tersebut juga terdapat makam keluarga dari I Gusti Putu Winardi sebagai pahlawan nasional dan juga terdapat makam pahlawan pejuang kemerdekaan I Gusti Ngurah Rai.

Dalam penuturannya Suami dari ibu Laksmi ini menceritakan bahwa menghadapi masa pensiun tidaklah menjadi perkara yang mudah bagi setiap orang. Berbekal pelatihan pensiunan yang diberikan PT Pupuk Kaltim, I Gusti Putu Winardi telah siap mengambil keputusan pensiun lebih awal satu tahun dari ketetapan yang telah diatur dalam peraturan Dana Pensiun Pupuk Kalimantan Timur. Dengan keyakinan dan tekad bulat serta dukungan istri tercinta akhirnya pada saat itu beliau mengambil Program Pensiun Dipercepat dan ingin pulang kampung serta mengabdikan diri pada tanah leluhur.

Selama 13 tahun Ayah dari 2 orang putri ini menjalani masa pensiun dengan berbagai aktifitas sosial baik dilingkungan rumah, keluarga hingga dipemerintahan dijalaninya. Berbagai jabatan diemban sehingga kesibukannya melebihi kesibukannya saat menjadi karyawan. Beliau dipercaya antara lain memegang jabatan sebagai Sekretaris Bedeso, Sekretaris Banjar Adat dan dipercaya sebagai kepala Comitte Base Development suatu lembaga pemerintahan yang mengatur dana bergulir untuk masyarakat guna mengentaskan kemiskinan. Dana awal diberikan 250 juta dan saat ini dana tersebut telah berkembang menjadi 750 juta, Selain itu beliau juga diberikan kepercayaan sebagai Sekretaris Puri Keluarga, sekretaris Puri Keraton Besar dan juga tokoh masyarakat yang dituakan dan sebagai Pembina Masyarakat serta sudah dua kali dilantik sebagai anggota DPRD.

Dari berbagai jabatan yang diemban, tentu saja kadangkala timbul rasa jenuh, namun kejenuhan tersebut dapat dilalui dengan cara  melakukan kegiatan yang dianggap beliau sebagai terapi kesehatan dengan cara jalan-jalan kegunung dan ke pantai mencari udara segar bersama istri tercinta dan yang paling utama adalah mengatur pola makan hidup sehat dan pantang untuk mengkonsumsi daging.

Kakek 2 orang cucu ini menuturkan dengan cara kehidupannya tersebut beliau merasa selalu sehat dan fit.

Ada sedikit penyesalan/kesalahan beliau dalam mengambil keputusan ikut program pensiun dipercepat adalah karena tidak mendapatkan fasilitas kesehatan, namun dibalik itu semua tetap disyukuri karena kesalahan tersebut dianggap bukan menjadi beban. Kalaupun sedikit mengalami gangguan kesehatan beliau tetap bersyukur ada anak dan menantu seorang dokter yang mengobatinya.

Perlahan-lahan beliau saat ini sudah melakukan regenerasi kepada yang muda-muda untuk melimpahkan sebagian tanggung-jawabnya sebagai tokoh masyarakat dan tokoh adat. Diakuinya memang ada kebahagiaan yang luar biasa dirasakan selama 13 tahun menjalani pensiun dengan tugas-tugas yang diembannya. Diceritakannya saat masih aktif pernah merasakan sakit yang cukup serius dan lama, namun patut disyukuri justru saat menjalani pensiun tidak pernah merasakan sakit yang serius. Dengan  niat tulus, hati yang bersih dan kerja tanpa pamrih itulah kunci kesehatan dan kebahagiaannya.

Untuk sahabat-sahabat lamanya beliau berharap jika jalan-jalan ke Bali sempatkanlah untuk mampir dirumah beliau untuk selalu menjalin tali persaudaraan. Doa beliau dan keluarga semoga PT Pupuk Kaltim selalu jaya dan juga Dana Pensiunnya setiap saat dapat meninjau Manfaat Pensiun.

Diakhir perjumpaan, lanjut Putu Winardi, “merasa bangga menjadi bagian keluarga besar PT Pupuk Kaltim yang sudah menjadi Perusahaan kelas dunia”.

Bergabung Bersama Kami di Twitter!