You are here

Ir. Pitoyo Waluyo, Meraih Berkah Pensiun Bersama Yatim

Mengawali karir di PT Pupuk Kalimantan Timur saat pembangunan Pabrik Kaltim 2 pada tanggal 3 Januari 1983 sampai akhirnya menduduki posisi penting di PT Kaltim Cipta Yasa salah satu anak perusahaan PT Pupuk Kalimantan Timur, Pitoyo Waluyo memiliki segudang pengalaman berharga baik dalam perjalanan hidup maupun dalam perjalanan kariernya. Dengan pengalaman inilah Pitoyo Waluyo selalu memegang teguh prinsip hidup bahwa hidup harus mampu memberikan kebahagiaan kepada orang lain dan mencari Ridho Allah SWT. Saling berbagi, saling menyayangi yang di Ridhoi Allah akan berakhir dengan kebahagiaan dunia maupun akhirat.

Pitoyo Waluyo, sosok yang kharismatik dan murah senyum ini telah menikahi Murdiati Sylvatri Martini seorang gadis kelahiran Brebes tanggal 20 Februari 1952. Dan dari pernikahan ini pula dikaruniai seorang anak laki-laki Ekvan Prasetyo Murtoyohadi yang lahir di Surabaya 1976 dan anak perempuan Dwi Andriani Agustina lahir di Surabaya pada tanggal 17 Agustus 1978. Dan dari merekalah akhirnya Pitoyo Waluyo berstatus Kakek dengan 4 cucu.

Tanggal 25 Mei 2002 menjadi salah satu tanggal penting dalam hidup Pitoyo Waluyo karena pada saat itulah memasuki masa pensiun serta memutuskan untuk menetap di Jogjakarta dan menghabiskan masa pensiun dengan kegiatan sosial yang dipelopori oleh mba Ina (panggilan akrab Dwi Andriani Agustina) salah satu puterinya pada tahun 2001, untuk membangun sebuah Panti Asuhan yatim piatu Nur Fadhilah yang lokasinya di rumah pribadinya diatas lahan seluas ± 4000m2 yang sebelumnya tukar guling lahan yang diperuntukkan untuk membangun usaha kos-kosan guna bekal anak-anaknya berubah fungsi dan manfaat karena dengan yakin bahwa dengan membangun tempat untuk anak-anak yatim piatu akan lebih memberikan bekal yang di Ridhoi Allah. Di atas tanah tersebut pula telah dibangun fasilitas mushola, tempat olah raga dan areal untuk erkebun.

Bangunan rumah utama menyatu dengan bangunan tempat santri/anak2 panti. Yang diharapkan konsep ini membuat anak-anak adalah menjadi bagian keluarga karena setiap saat bisa berinteraksi secara langsung dengan bapak dan ibu Pitoyo sehingga bisa memberikan hubungan bathin secara langsung yang berdampak memberikan kehangatan yg mereka tidak dapatkan. Beliau selain mengawasi juga memberikan bimbingan, motivasi dan semangat serta kedisiplinan yang tinggi sehingga diharapkankan begitu keluar dari panti anak-anak dapat mandiri dan menjadi manusia yang berkualitas.

Dengan jumlah anak saat awal dibangun adalah 20 orang dan saat ini sudah menjadi 30 orang. Beliau memang membatasi hanya maksimal 30 sampai 32 anak agar beliau bisa mengawasi dan memberikan pendidikan yang optimal. Pembelajaran anak yg lain adalah mereka diajak belajar berorganisasi di panti dan diwajibkan rapat setiap bulan dan mereka dilatih berbicara di depan forum dengan mike serta membuat perencanaan kegiatan maupun laporan kegiatan yang telah dilaksanakan. Panti khusus perempuan ini terdiri dari yatim piatu, yatim, piatu dan dhuafa, dimiliki oleh pria kelahiran Mojokerto tanggal 25 Mei 1946. Hingga saat ini beliau tetap sehat dan eksis dan mewarnai dunia-nya dengan kegiatan sosial di wilayah Jogjakarta, karena terus mendapatkan dukungan dan support dari Pemda setempat serta sejumlah donatur.

Walaupun sudah pensiun 9 tahun yang lalu namun beliau masih tetap bugar, sehat karena aktivitas hari-harinya disibukkan dengan kegiatan panti, dengan semangat kebersamaan beliau juga sebagai kepanjangan tangan dalam mempererat pensiunan, dan juga tetap merasa merupakan bagian dari keluarga besar PT Pupuk Kaltim. Saat ini Pitoyo Waluyo tercatat sebagai Ketua Persatuan Pensiunan Wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah, yg mana organisasi tersebut tetap eksis dan memberikan kontribusi buat anggotanya. Kegiatannya rutin silaturahim setiap 3 bulan sekali yg diisi dgn arisan, mengunjungi teman2 yg sakit dan rekreasi bersama. Semoga cerita singkat ini mampu menjadi inspirasi dan memetik makna bahwa bergelut bidang sosial sa-ngatlah bermanfaat, mendidik anak-anak yatim piatu dengan kualitas yang baik disaat mereka merasa kekurangan. Hadir diantara mereka seolah menjadi sandaran terbaik dimata siapapun.

Bergabung Bersama Kami di Twitter!