You are here

Sugiharti Rahayu, Srikandi PKT Yang Menikmati Berkah Pensiun Di Kota Cilacap

Sugiharti Rahayu, Srikandi PKT Yang Menikmati Berkah Pensiun Di Kota Cilacap

Menjadi single parent bagi seorang Sugiharti Rahayu adalah takdir. Tidak ada pilihan status itu harus disandangnya sejak suaminya Tarno A Hartono NPK. 8200883 Departemen Pemeliharaan menghadap penciptaNya untuk selama-lamanya pada tanggal 18 April 1999. Sebuah perjuangan hidup yang keras yang butuh ketegaran, kesabaran dan ketabahan yang tinggi untuk dapat melakoni status single parent. Bahkan sebagian masyarakat kerap memberikan predikat negative. Hal tersebut juga dirasakan oleh seorang Sugiharti Rahayu. Berbagai cobaan dan rintangan ia hadapi namun dengan bantuan Allah swt iapun dapat bangkit dan menata hidupnya kembali dengan kekuatan atas tanggung-jawabnya untuk dapat membesarkan 3 orang putra-putrinya untuk menggapai cita-citanya serta dapat menjadi pribadi yang bertanggung-jawab.

Sejak ditinggal suami tercinta Tarno A Hartono, Ibu dari anak-anak Novi Eastyanto, Radia Septiningrum & Yulita Guntarsih memutuskan untuk pindah ke Cilacap sesuai cita-cita suami semasa masih hidup jika pensiun akan bermukim di Cilacap. Rumah tersebut sudah disiapkan oleh mendiang suami untuk keluarganya jika telah pensiun. Hidup baru diawali dirumah peninggalan suami merupakan langkah awal kehidupan single parentnya seorang Sugiharti Rahayu.

Berbekal pengalaman selama di Bontang dengan berdagang baju dan perlengkapan rumah tangga itulah beliau lanjutkan sebagai pengisi kegiatan yang sekaligus bisa menyambung hidup bersama anak-anak tercinta selain rutin menerima pensiun bulanan dari mendiang suami tercinta. Perjuangan hidup yang tak kenal lelah akhirnya mampu mengantarkan anak-anaknya berhasil menyelesaikan pendidikan sampai S1 dan bahkan ada yang sampai S2 serta mengantarkan anak-anak ke jenjang pernikahan adalah kabahagiaan yang sangat luar biasa dirasakan bagi seorang Srikandi PT Pupuk Kaltim yang ada di Cilacap.

Waktu 15 tahun dalam kesendirian merupakan hal yang tidak mudah dilalui Srikandi Cilacap ini yang telah memiliki 5 orang cucu. Banyak godaan datang silih berganti bahkan beberapa orang diantaranya ada yang ingin melamarnya,  namun niat baik tersebut ditolaknya, karena beliau yakin bahwa apa yang dia punya sekarang sudah lebih dari cukup dan mampu membawa kebahagiaan tersendiri bagi kehidupannya.

Hari-harinya saat ini dilalui dengan kegiatan yang tidak membebani fisik dan fikiran, beliau fokus pada kegiatan sosial dan usaha yang tidak membebaninya, kegiatan berdagang sudah ditinggalkannya dan sudah beberapa tahun beliau membuka usaha air mineral di rumah yang tidak perlu modal besar namun hasilnya dapat dipakai untuk membiayai kegiatan arisan, biaya-biaya tak terduga misalnya kegiatan silaturahim dan undangan-undangan hajatan khususnya dari alumni PT Pupuk Kaltim wilayah Jawa Tengah & Yogyakarta. Beliau juga aktif pada kegiatan majelis taklim dan dipercaya sebagai pengurus serta menjadi anggota pemandi jenazah, yang mana jika diperlukan harus memandikan jenazah malam haripun dilakoninya. Kegiatan yang paling menarik dari seorang Sugiharti Rahayu yang lain adalah beliau menjadi pengurus Tabungan Akherat, dimana setiap anggota majelis taklim diberikan tabungan berupa kaleng yang didisain khusus sebagai tabungan untuk dapat menyisihkan uang belanja setiap harinya sebagai sedekah tabungan akherat. Setahun sekali tabungan tersebut dikumpulkan dan dihitung bersama, dan akan dipergunakan untuk kegiatan bakti sosial ke panti asuhan, panti jompo dan pesantren yang memerlukan bantuan.

Dengan usianya yang telah memasuki 58 tahun, Srikandi Cilacap  Sugiharti Rahayu masih terlihat enerjik dan cantik serta awet muda ini berbagi tips bahwa jalani hidup dengan tenang, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Jangan pernah menuduh bahwa kehidupan itu tidak adil, karena keadilan dimata Allah swt berbeda dengan apa yang disebut adil oleh manusia. Keadilan dimata manusia biasanya hanya sebatas materi tetapi keadilan dimata Allah swt adalah sesuatu yg kadang kala tidak pernah bisa kita mengerti. Hiburlah hati kita bahwa hidup adalah anugrah yang terindah yang harus kita syukuri. Dan ingat bahwa bukan beban kehidupan yang memberatkan kita dan menyedihkan kita, tetapi hanya bagaimana cara kita memikulnya dan mensikapinya. Tips yang lain adalah jangan lupa berolah raga sesuai dengan kemampuan dan usia kita, sebagaimana saat ini beliau masih tetap rutin seminggu 2-3 kali menjalani hobby olah raga tenis yang pernah ditekuninya semasa di Bontang.

Saat indah yang paling ditunggu-tunggu adalah saat idul fitri tiba, dimana saat itulah keluarga kecilnya berkumpul bersama dirumah idaman mendiang suami tercinta, dimana anak-anak, menantu dan cucu-cucu datang mengunjunginya. Canda tawa bersama anak cucu tercinta merupakan obat mujarab kesendiriannya yang mampu membawa warna pelangi kehidupannya menjadi indah. Sukses buat Srikandi Cilacap yang telah mampu menghantarkan anak-anak menjadi pribadi yang bertanggungjawab.

Bergabung Bersama Kami di Twitter!