You are here

Suroto, Pensiunan adalah Sebagai Puncak Karirnya

Menginjak usia 65 tahun merupakan usia yang sudah tidak muda lagi, namun tidak menghentikan niatnya untuk selalu tetap beraktifitas. Dialah Suroto pensiunan kita yang memasuki persiapan pensiun pada tahun 2001 dan telah menetapkan hati untuk kembali ke tempat lahir betha, kampung halamannya di Solo tepatnya di jalan parekesit No.19.

Di kampung inilah pada tahun 1994 telah dibangun sebuah rumah, rumah idaman yang telah disiapkan sejak menjadi karyawan PKT tahun 1982 lalu, dimana di tahun yang sama inilah Suroto mengawali karir di Pupuk Kaltim di Bagian Inspeksi Teknik dan pengalaman sebelumnya menangani proyek-proyek perumahan membuat bapak dari Andi Ahmad, Anita, Anton Atmaji dan Retno Palupi ini menginginkan konsep desain rumah idaman dengan  mengadopsi desain rumah seorang Kepala Biro di PT Pupuk Kaltim.

Menurut Suroto yang didampingi istri beserta anak dan menantu dan juga cucunya, pengalaman bekerja diproyek  yang menuntut beliau untuk selalu bekerja keras yang mengilhami dirinya setelah pensiun untuk tetap berakitifitas.

“ Saya merasakan bahwa pensiun adalah saat menikmati kemerdekaan bagi saya dan keluarga, dimana kami bisa menikmati waktu-waktu santai dirumah  namun tidak terlepas dari kegiatan rutinitas agar tidak jenuh.”

Suroto berkelakar saat ini adalah puncak karir tertinggi dalam hidupnya dimana percetakan Mitra Anda yang didirikan tahun 2002 dengan berbekal 1/3 dari pesangonnya, mampu menjadikan harapan beliau sebagai Direktur Teknik merangkap Direktur Utama. 

Berbekal pengalaman sang anak sebelumnya yang sudah menekuni dunia advertising, Suroto berharap usaha ini bisa menjadi penopang keluarga dan anak2nya serta mampu menjadi pembuktian hobby yang selama ini dimilikinya bisa berhasil selama ditangani dengan serius dan sungguh-sungguh. Dengan berjalannya waktu rupanya usaha ini mampu menjadi lapangan kerja bagi kedua anaknya serta mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Peran sang anak dibagian Pemasaran dan Operasional menjadikannya usaha ini berkembang serta mampu mengikuti perkembangan jaman yang tentunya memiliki perbedaan cukup jauh di era Suroto dulu. Sementara kedua anaknya yang lain telah bekerja di perusahaan lain yang berlokasi di Surabaya dan Solo.

Suami dari ibu Sriningsih  yang sudah mengabdi hampir 20 tahun di Pupuk Kaltim dan diakhir masa tugasnya di bagian PKBL untuk wilayah Propinsi Kalimantan Barat, rupanya masih tampak sehat dan segar bugar dan tidak berbeda jauh saat beliau pensiun 9 tahun yang lalu. Ditanya apa rahasia agar tetap sehat dan bugar diusia yang sudah tidah muda lagi,  beliau menuturkan jangan pernah berhenti beraktifitas dan selalu bersyukur dan iklas menerima anugrah dan rejeki dari Allah swt.

Aktifitas Bapak dengan 2 orang cucu yang sebentar lagi akan bertambah 1 lagi setiap hari rutin bangun pagi melaksanakan sholat subuh di mesjid yang tidak jauh dari  rumah beliau, kemudian jam 8 sudah disibukkan dengan kertas-kerja dan cetakan hingga jam 5 sore dari hari senin hingga jum’at. Sementara pada hari Sabtu dan Minggu pagi  sudah menjadi kebiasaan dilingkungan RTnya ada perkumpulan sepeda ontel yang dimanfaatkan beliau untuk selalu bersilaturahim dan berinteraski dengan warga sekitar begitu pula dengan urusan gotong royong beliau juga tdk mau ketinggalan. Diakhir perbincangan beliau berpesan kepada teman-teman jika menginginkan menjadi pensiunan yang sehat lahir bathin agar rajin beribadah, jangan merokok dan untuk tetap selalu beraktifitas dan berolah-raga serta bersilaturahim.

Bergabung Bersama Kami di Twitter!